Pelatihan Peningkatan Kompetensi “Diagnosis Berdasarkan DSM 5” (11/2/17)

Dalam rangka menyambut tahun 2017, IPK Jatim berkeinginan untuk memulai tahun yang baru dengan berbagai hal yang istimewa bagi anggotanya. Salah satunya adalah dengan mengadakan pelatihan yang diberikan oleh anggota untuk anggota. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi anggota IPK Jatim dalam memahami dan menggunakan DSM 5 sebagai dasar penegakkan diagnosis pada klien. Narasumber yang hadir dalam pertemuan ini adalah Cicilia Evi, GradDiplSc., M. Psi., Psikolog – CH Widayanti, M. Si., M. Psi., Psikolog – dan Dedi Prasetiawan, S. Psi., Psikolog.

Materi diawali dengan tema DSM IV TR vs DSM V yang dibawakan oleh Cicilia Evi, GradDiplSc., M. Psi., Psikolog. Narasumber memaparkan secara sederhana perbandingan antara muatan dalam DSM-IV-TR dan DSM-V serta membahas secara singkat berbagai diagnosa baru, ataupun yang dihilangkan (materi dapat diunduh di sini).

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan materi Penatalaksanaan Klasifikasi dan Diagnosis Gangguan Mental yang dibawakan oleh Ibu CH Widayanti, M. Si., M. Psi., Psikolog dari RSUD Jombang (materi dapat diunduh di sini). Barulah kemudian Bapak Dedi Prasetiawan, S. Psi., Psikolog mengajak peserta berdiskusi kasus dengan menggunakan pendekatan 4P (predisposing factors, precipitating factors, perpetuating factors and protective factors – materi dapat diunduh di sini).

Acara yang luar biasa! Karena diberikan oleh anggota untuk kemajuan anggota yang lain. Semoga IPK Jatim dapat menjadi wadah yang mengembangkan kapasitas anggotanya secara berkala. (CE)

Advertisements

Psikofarmakoterapi (Pertemuan IPK – 11/6/14)

Pertemuan IPK tanggal 11 Juni 2014 memilih tema Psikofarmakoterapi yang disampaikan oleh dr. Ign. Dharmawan, SpKJ. Tujuan yang utama dari pemilihan topik ini adalah untuk memberikan pemahaman yang benar bagi para psikolog klinis terkait prosedur farmakoterapi, berbagai mitos yang diyakini oleh klien serta kerjasama yang dapat dibina antara profesi psikiater dengan psikolog.

Pembicara menyampaikan bahwa pasien pada umumnya mengalami ketakutan untuk mengkonsumsi obat antipsikotik karena takut akan mengalami ketergantungan. Pemahaman yang kurang tepat ini membawa pasien pada situasi yang tidak nyaman. Kondisi ketergantungan sebenarnya dialami oleh jutaan orang di dunia, terutama mereka yang didiagnosa dengan hipertensi, diabetes, thalassemia atau epilepsi. Dalam konteks klinis, pasien yang mengalami serangan panik seharusnya dibantu dengan farmakoterapi untuk kembali mencapai titik seimbang. Kondisi ini yang kemudian diartikan sebagai ketergantungan. Penting bagi psikolog dan psikiater untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai ketergantungan terhadap obat antipsikotik.

Kondisi yang perlu diwaspadai adalah adiksi atau kecanduan. Kondisi ini menggambarkan adanya efek toleransi yang dialami pasien pada dosis obat. Semakin lama dosisnya akan terus meningkat supaya pasien dapat memperoleh efek yang sama.

Pertemuan yang berlangsung selama 2 jam ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dasar bagi para psikolog klinis mengenai psikofarmakoterapi yang membawa manfaat bagi klien (CE).

Dr. Ign. Dharmawan, SpKJ dapat dihubungi melalui +62811337476

Silahkan mengunduh materi Psikofarmakoterapi.

Finger Print sebagai Perangkat Asesmen untuk Anak Berkebutuhan Khusus (Pertemuan IPK 16/04/2014)

image

Pertemuan IPK Jatim tanggal 16 April 2014 berhasil memecahkan rekor kehadiran, dimana yang terdaftar adalah sebanyak 70 peserta, termasuk Dr Dharmawan, SpKJ sebagai perwakilan dari PDSKJI. Pembicara pada pertemuan hari ini adalah Maria Farida, S. Psi., Psikolog – pemilik Baby Smile School Surabaya dan telah melaksanakan tes finger print pada lebih dari 500 orang, dari usia anak hingga dewasa.

image

Di antara para psikolog sendiri masih terdapat banyak kontroversi dalam aplikasi tes finger print. Pertanyaan yang terutama seringkali terkait dengan validitas hasil tes dan keberadaan tes finger print di dalam ranah keilmuan. Pembicara menyampaikan bahwa tes finger print merupakan gabungan dari beberapa ilmu, yaitu neuroscience, dermatoglyph dan multiple intelligences (Howard Gardner). Hasil dari tes finger print dapat menghasilkan pemahaman akan bagian otak yang berpengaruh, tipe kepribadian individual, gaya belajar dan bekerja, serta bakat individu.

image

Hasil dari tes finger print bukanlah sebuah ramalan, namun bukan pula alat ukur yang 100% dapat dijadikan patokan. Mengapa? Karena sebagai psikolog, kita perlu melengkapi hasil tes finger print dengan wawancara dan observasi. Setiap hasil tes finger print harus diikuti dengan konsultasi hasil dengan psikolog. Tujuannya adalah untuk menghindari proses labeling dan menentukan strategi yang tepat bagi anak.

image

Perlu diingat bahwa tes finger print hanya mengukur potensi anak, bukan intelegensi dan bukan merupakan suatu patokan yang tidak fleksibel. Sebagai contoh: seorang guru piano yang ternyata hasil tes finger print menunjukkan kemampuan musikal yang biasa saja. Hal ini dapat terjadi karena individu yang bersangkutan memiliki passion yang besar akan musik dan merupakan hasil adaptasi dengan lingkungan (CE).

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi pembicara:
Baby Smile School
Jln. Kertajaya Indah Timur VI/2
Surabaya
(031) 7058 6969
Email: babysmileschool2000@gmail.com

SIlahkan mengunduh materi Finger Print Tes

Update: Temu Ilmiah Nasional I – Ikatan Psikologi Klinis (IPK) 2012

Paradigma Biopsikososial dan Spiritual Dalam Praktik Psikologi Klinis

1 – 4 November 2012

di Rumah Sakit Penyakit Tropis dan Infeksi (RSPTI)

Kampus C Universitas Airlangga Surabaya

Hari I: Keynote Speech

1. Tata Laksana Praktik Psikologi ( Prof. DR. Soeprapti Markam dan Dr. I. L. Gamayanti )

2. Asesmen Psikologi ( Urip Purwono, Ph.D )

3. Intervensi Psikologi ( Prof. DR. Sawitri S. Sadarjoen dan Prof. JE Prawitasari, Ph.D )

4. Penelitian ( Prof. DR Sutardjo A. Wiramiharja dan Drs. Robert O. Rajaguguk, MA )

Hari II: Simposia – Assesmen Psikologi

1. Metode Assesmen Dewasa ( Urip Purwono, Ph. D )

2. Metode Assesmen Anak ( Prof. DR. Yuke R. Siregar, M.Pd )

3. Makalah Bebas tentang Assesmen

Hari III: Simposia – Intervensi Psikologi

1. Teknik Intervensi Psikologi Individu dewasa ( Prof . DR. Sawitri S. Sadarjoen)

2. Teknik Intervensi Psikologi Komunitas ( Prof. JE Prawitasari, Ph.D )

3. Teknik Intervensi Anak ( Endang Widyorini, Ph.D )

Hari IV: Workshop Assesmen dan Intervensi  *)

*) Peserta dapat menghubungi panitia untuk mengusulkan tema assesmen dan intervensi apa yang dikehendaki

CALL FOR PAPERS dan POSTERS

1. Abstrak, berupa hasil penelitian, kajian teori, dan praktek assesmen dan intervensi

2. 300 – 350 kata

3. Times New Roman, 12, spasi tunggal

4. Tuliskan “PAPER” atau “POSTER” di bawah judul abstrak

5. Paling lambat tanggal 3 September 2012 ke ipk_temuilmiahnasional@yahoo.co.id

6. Pengumuman tanggal 15 September 2012 via email

7. Full paper diterima paling lambat tanggal 1 Oktober 2012 pukul 16.00

Pendaftaran mulai 4 Juli – 31 Oktober 2012

Early Bird  (sampai dengan 30 September) : Rp. 950.000

Reguler : Rp. 1.250.000

Bank Mandiri a.n Ni Gusti Made Rai. Temu Ilmiah IPK no.rek 900-00-0698341-6

Pendaftaran :

Anita  (08123057628)

Rai (081230867023)

Akomodasi & Penginapan :

Pia (08123017371)

————————————————————————————————————————-

Temu Ilmiah Nasional I Ikatan Psikologi Klinis 2012

 “menguatkan pemahaman dasar mengembangkan aplikasi mutakhir”