Breakthrough in LGBT (Pertemuan IPK – 10/02/16)

Topik mengenai LGBT menjadi pembicaraan hangat di berbagai kalangan di Indonesia. Pertemuan IPK bulan Februari 2016 membahas mengenai pendekatan Breakthrough yang dapat diaplikasikan dalam konteks LGBT. Materi ini disampaikan oleh Ida Pramaesti S.Psi di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Silahkan mengunduh materi BREAKTHROUGH-LGBT. Semoga bermanfaat. (CE)

Konseling Seksualitas (Pertemuan IPK – 13/01/16)

Pertemuan perdana IPK Jatim di tahun 2016 dibuka oleh Ibu Rr. Ivonne Y. S. S.Psi., M. Psi., Psikolog dengan tema ‘Kiat Melakukan Konseling Seksualitas terhadap Klien yang Bermasalah dengan Pasangannya’. 

Silahkan mengunduh materi Konseling Seksualitas. Semoga bermanfaat. (CE)

Dignity in Mental Health (Pertemuan IPK – 07/10/15)

Pertemuan rutin IPK Jatim di bulan Oktober 2015 membawa tema ‘Dignity in Mental Health’ yang merupakan tema Hari Kesehatan Jiwa 2015.

Dedi Prasetiawan, S. Psi., Psi membawakan topik mengenai ‘Rehabilitasi Psikososial‘, sementara Danang Baskoro M. Psi., Psi membawakan topik mengenai ‘Rehabilitasi ODGJ‘.

Semoga bermanfaat. (CE)

Autism Spectrum Disorder: Perkembangan Diagnosa, Asesmen dan Intervensi Terkini (Pertemuan IPK – 11/02/15)

Dalam pertemuan IPK bulan Februari, ketiga pembicara, yaitu Muryantinah Mulyo Handayani, Pramesti Pradna Paramita dan Margaretha, membahas mengenai perkembangan terkini dari Autism Spectrum Disorder berdasarkan pengalaman magang mereka selama 6 minggu di Autism Association of Western Australia (AAWA), Perth, Australia. Salah satu hal penting yang mereka sampaikan adalah pentingnya melakukan observasi yang mendalam sebelum memberikan diagnosa ASD. Di AAWA, diagnosa ASD dapat diberikan apabila terdapat kesepakatan antara dokter anak, psikolog dan speech and language therapist. Waktu observasi dilakukan secara beragam sesuai dengan kondisi ini, bahkan hingga mencapai waktu 1 tahun.

Untuk lebih memahami perkembangan terkini, silahkan mengunduh materi di sini.

 

Oleh-Oleh Pertemuan Akeswari III (Pertemuan IPK – 20/12/14)

Sebagai penutup tahun 2014, pertemuan bulanan IPK Jatim membahas mengenai oleh-oleh pertemuan Akeswari III dengan tema “Mental Health Well-Being for Children, Parents, and Family” (Optimalisasi Kesehatan Jiwa Anak, Orangtua, dan Keluarga)” di Bandung, 20-22 November 2014 yang disampaikan oleh Cicilia Evi GradDiplSc., M. Psi. Dalam pertemuan ini, pembicara lebih banyak membagikan informasi dan berbagai update yang diperolehnya selama pertemuan Akeswari III berlangsung. Salah satu penekanan penting yang disampaikan adalah pentingnya psikoedukasi yang dilakukan oleh psikolog kepada masyarakat umum mengenai berbagai isu dan permasalahan yang sedang terjadi. Peran psikolog sangatlah penting, meskipun belum seluruh lapisan masyarakat dapat memahami peran dan fungsi psikolog secara tepat.

Para peserta pertemuan turut membagikan pengalaman mereka, dimana dalam kesehariannya, mereka juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan psikoedukasi di masyarakat. Banyaknya kegiatan yang telah dilakukan oleh para psikolog belum diimbangi dengan koordinasi internal yang kuat, sehingga psikoedukasi yang dilakukan lebih bersifat mandiri. Diharapkan di masa mendatang, koordinasi antar psikolog dapat diperkuat, sehingga gerakan psikoedukasi bagi masyarakat dapat lebih terkoordinasi (CE).

Berikut adalah beberapa materi dari pertemuan Akeswari III:

Seminar Umum mengenai Kekerasan Seksual pada Anak

Keynote Speech

Play Therapy untuk ADHD

Logosynthesis (Pertemuan IPK – 13/11/14)

Kehadiran dua pembicara tamu dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta, Bapak Sandy Kartasasmita, M. Psi., Psikoterapis, Psi., CMHA., CBA dan Ibu Denrich Suryadi, M. Psi., Psi., CMHA., CBA., Cht., ESt, membawa inspirasi yang baru bagi peserta pertemuan IPK Jatim tanggal 13 November 2014. Mereka membawakan materi mengenai Logosynthesis, yaitu sebuah pendekatan yang inovatif dan komprehensif dalam proses pengembangan personal individu. Logosynthesis dapat diaplikasikan dalam konteks coaching, psikoterapi dan konseling. Pendekatan ini ditemukan oleh Willem Lammers, seorang psikolog dan psikoterapis di Swiss pada tahun 2005.

Bapak Sandy Kartasasmita

Bapak Sandy Kartasasmita

Setiap individu memiliki energi yang terkunci di dalam dirinya. Energi ini dapat berasal dari pengalaman di masa lalu, maupun dari masa depan. Pengalaman di masa lalu dapat berbentuk  negatif (seperti: pengalaman yang mengganggu dan trauma) dan pengalaman positif (nostalgia). Demikian pula dengan pengalaman di masa depan, mulai dari yang negatif (rasa takut dan kecemasan) hingga yang positif (impian dan harapan). Apabila individu membiarkan dirinya terikat di dalam rasa takut atau impian di masa depan, maka energi tersebut akan terkunci di dalam diri individu dan dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk.

Ibu Denrich Suryadi

Ibu Denrich Suryadi

Fantasi juga dapat menjadi penyebab terkuncinya energi di dalam diri individu. Demikian pula pengharapan yang tidak diikuti dengan tindakan nyata. Tujuan dari Logosynthesis adalah untuk mengeluarkan energi yang terkunci di dalam diri kita dengan mengembalikan energi tersebut pada tempat asalnya melalui serangkaian kata-kata yang telah diformulasikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai (CE).

Pembicara dapat dihubungi melalui email:

Ibu Denrich: angiedenrich@yahoo.com

Bapak Sandy: seinama2003@yahoo.com

Silahkan mengunduh materi Logosynthesis di sini.

—-

Silahkan klik untuk memperoleh informasi mengenai pelatihan Logosynthesis atau contact.morphosa@yahoo.com

Sosialisasi Draft Surat Keterangan Sehat Psikologis (Pertemuan IPK – 12/03/14)

Pertemuan anggota IPK Jatim yang dilakukan pada tanggal 12 Maret 2014 membahas mengenai draft penyusunan Surat Keterangan Sehat oleh Psikolog. Ide ini terlahir dari kebutuhan pada psikolog klinis yang bekerja di setting Rumah Sakit dan bekerjasama dengan para dokter spesialis. Selain itu, ide ini terlahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pernyataan sehat secara psikologis untuk berbagai kebutuhan (contoh: kelengkapan pengurusan SIM B, kebutuhan untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan).

IMG_20140312_164106[1]

Sosialisasi draft surat kesehatan psikologis disampaikan oleh Ketua IPK Jatim, Dra. Astrid Regina Sapiie Wiratna, Psikolog. Beliau menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan hasil diskusi yang berlangsung di Yogyakarta bersama dengan Ketua IPK Pusat,  Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si, Psikolog. Diharapkan para psikolog klinis di kawasan Jawa Timur dapat menjadi pioneer untuk memberikan surat kesehatan secara psikologis bagi masyarakat umum. Masa percobaan yang disepakati adalah selama 6 bulan ke depan, dan akan dilakukan review bersama pada bulan September 2014.

IMG_20140312_170128

Bagi para psikolog klinis di Jawa Timur yang berkenan untuk turut serta melakukan sosialisasi draft surat kesehatan psikologis, dapat menghubungi Dra. Astrid Regina Sapiie Wiratna, Psi di email: astridwiratna@yahoo.com atau di email IPK Jatim ipk.jatim@yahoo.com. Semoga profesi kita dapat berkembang pesat dan terarah untuk menjawab kebutuhan masyarakat, tanpa melupakan pijakan pada kode etik profesi kita. (CE)

SIlahkan mengunduh SOP Pelayanan Psikologis Pemeriksaan Kesehatan Jiwa dan Potensial Fungsional Psikologis

Introduction to Photo Voice (Pertemuan IPK – PDSJKI 18/01/12)

Pertemuan pertama IPK – PDSKJI di tahun 2012 dibuka pada hari Rabu, 18 Januari di Rumah Makan Bu Rudi, Surabaya. Acara rutin yang diselenggarakan oleh IPK (Ikatan Psikologi Klinis) Jawa Timur dan PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia) kali ini bertema Introduction to Photo Voice yang disampaikan oleh Josephine M. J. Ratna, M. Psych – kandidat PhD di Curtin University of Technology, Perth, Western Australia.

Josephine sedang memberikan penjelasan

Photo Voice merupakan sebuah teknik (terapi, latihan, pengamatan, proses, rehabilitasi) yang dapat membantu individu untuk mengidentifikasi, mewakili dan memperkuat komunikasi melalui gambar atau image atau foto. Metode yang diterapkan adalah riset partisipan, dimana pasien/klien mengambil foto untuk membuat orang lain melihat dunia melalui kameranya.

Terdapat tiga tujuan utama dari pelaksanaan Photo Voice yaitu:

  1. Mencatat dan merekam kelebihan lingkungan di sekitar pasien/klien;
  2. Memungkinkan adanya dialog dengan bahasan diskusi foto dalam kelompok;
  3. Mempengaruhi pengambilan keputusan pasien/klien.

Peserta pertemuan IPK PDSKJI

Dalam sesi pertemuan dengan pasien/klien, foto berfungsi sebagai pemicu perubahan pola pikir dan perilaku yang diharapkan sebagai tujuan psikoterapi. Foto juga merupakan bentuk dokumentasi sosial yang mewakili pengalaman pribadi dan menyampaikan pengetahuan dari sudut pandang pasien/klien. Dalam prosesnya, pasien/klien akan diminta untuk menuliskan narasi yang sesuai dengan pemahamannya akan gambar/image/foto yang dihadirkan dalam proses psikoterapi.

Selain untuk kepentingan pasien/klien secara individual, Photo Voice telah digunakan oleh sebuah badan Internasional di Afrika untuk mengubah sebuah fenomena sosial negatif yang menjangkiti masyarakat, seperti dalam menurunkan angka HIV/AIDS atau penyalahgunaan alkohol. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan keefektifan aplikasi Photo Voice dalam membantu pasien/klien dengan kerusakan otak (brain-injured patient) dalam menyusun strategi untuk daily living.

Diskusi dengan anggota IPK PDSKJI

Sebagai penutup diskusi, Josephine Ratna menyampaikan sebuah gagasan bagi anggota IPK dan PDSKJI untuk bersama-sama mengumpulkan gambar/image/foto yang dapat membantu kualitas psikoterapi pada pasien/klien yang membutuhkan bantuan kita. (CE)

———-

Untuk informasi lebih lengkap, dapat menghubungi Josephine M. J. Ratna melalui alamat email ratna.josephine@gmail.com